SELAMAT DATANG DI SABUNKERING MAINKAN INIPOKER DI LINK ALTERNATIF BANGMACAN.COM MINIMAL DEPOSIT 25.000 MINIMAL WITHDRAW 50.000 DAN DAPATKAN BONUS CASH BACK 0.3% DI BAGIKAN 2 KALI DALAM SEMINGGU
Showing posts with label Cerita Tante. Show all posts
Showing posts with label Cerita Tante. Show all posts



Bermain Seks dengan Tante Girang - Demi bertahan hidup di perantauan aku nekad mengambil langkah yaitu sebagai pemuas nafsu tante girang yang tinggal dikota perantauan, kisah ini berawal ketika aku sedang mengalami kesusahan dalam kebutuhan ekonomi saat merantau, lalu ada seorang tante-tante yang membantuku sehingga menjadi dekat dengan nya.

Saat itu aku sudah sempat menjauh dari dia karena aku sudah bosan dan mendapatkan pekerjaan yang baru. Suatu hari aku sedang sibuk menyelesaikan salah satu proyekku untuk sebuah perusahaan tekstil. Iseng-iseng untuk refreshing, aku buka e-mailku, dan membalas e-mail yang masuk.

Ada beberapa e-mail ucapan terimakasih dari mereka yang telah sukses mengikuti langkahku menggeluti bisnis wiraswasta ini. Ada juga e-mail dari calon pelanggan meminta proposal. Juga ada beberapa e-mail bercandaan dari teman-temanku. Sedang asyik-asyiknya membaca dan membalas      e-mail, tiba-tiba HPku berbunyi.. 



Kulihat di layar, ternyata tante Rini menelponku.

“Halo Dam.., apa kabar sayang?”
“Baik tante..”

“Kamu kok udah ngga pernah lagi main ke sini? Sedang sibuk ya?”
“Iya tante..”

“Sombong ya.. Mentang-mentang banyak proyek lupa sama tante..”
“Nggak tante.. Kan..”

Belum sempat aku menyelesaikan perkataanku, tante Rini sudah memotong pembicaraanku..

“Dam.. Tante punya teman.. Dia katanya punya proyek buat kamu. Kamu hubungi dia hari ini ya..”
“Baik tante..”

Tante Rini pun kemudian memberikan nama dan alamat serta nomor telepon temannya. 

“Asal jangan lupa kamu harus ke sini besok. Tante sudah kangen..”
“OK tante.. Terimakasih ya. Besok pasti Sadam ke sana. Kangen juga sama tante yang seksi abis..” jawabku bercanda.

Memang aku sudah ketagihan berhubungan seks dengan tante Rini. Sering kali kami ketemuan dan saling memuaskan birahi masing-masing. Sebagai lelaki normal, siapa juga yang akan menolak diajak berselingkuh dengan tante secantik itu.

Sambil memegang secarik kertas berisi nama teman tante Rini, akupun berpikir apakah aku masih punya waktu untuk menerima proyek baru lagi. Tetapi kupikir aku terima saja Alternatif lain, aku bisa minta deadline yang agak panjang dari teman tante Rini ini. 

Singkat cerita, sore itu aku segera bergegas menuju alamat sebuah gallery di kawasan A. Akupun menemui Ibu Yanti si tante girang haus sex itu.
Kuperhatikan ternyata ibu Yanti ini masih muda, mungkin sekitar 30 tahunan. Wajahnya cantik dan berkulit putih mulus. Saat itu dia memakai gaun dengan tali tipis di pundaknya, serta syal yang melingkar indah di lehernya yang jenjang. 
Gaun itu tampak tak sanggup menahan payudaranya yang membusung padat. Ditambah dengan gaun mininya yang memperlihatkan kakinya yang mulus, menambah darah mudaku bergejolak melihatnya.

“Hai Sadam.. Saya Yanti” Kurasakan tangannya yang lentik itu halus menjabat tanganku.
“Ayo silakan duduk..” katanya mempersilakanku duduk di sofa dalam ruangan kantornya.

Ibu Yanti pun kemudian duduk di seberangku. Kami berbincang basa-basi sebentar. Ternyata dia adalah teman fitness tante Rini. Tante Rini  telah bercerita banyak tentangku termasuk bisnisku. Kamipun kemudian berbincang lebih serius mengenai bisnisku. Untuk melihat penjelasanku yang menggunakan notebook, ibu Yanti pun pindah duduk di sebelahku. Tubuhnya menyebarkan wangi parfum yang lembut, menambah bergejolaknya nafsu kelelakianku. Sambil berbincang, sesekali kulihat belahan payudaranya yang putih mulus tersembul dari gaunnya. Ingin rasanya kuremas payudaranya yang menggemaskan itu, tetapi aku tentu harus bersikap professional.
Singkat kata, ibu Yanti tertarik dan menyetujui harga yang kuminta. Iapun memintaku untuk menyiapkan kontrak kerja untuk disetujui bersama.

“Tapi saya minta sedikit kelonggaran waktu ya Bu.. Soalnya saya masih ada beberapa proyek yang harus diselesaikan” kataku.
“Oh.. Begitu ya.. Berapa lama punya saya selesainya?”
“Kira-kira satu bulan ya Bu..”
“Ok deh.. Nggak apa..” katanya
“Oh ya kamu mau minum apa Dam?”
“Apa aja deh..”
Ibu Yanti pun kemudian menelepon pembantunya dan meminta dua orange juice.
“Kamu masih kuliah ya Dam”
“Masih Bu.. Tahap akhir”
“Oh.. Kamu jangan panggil saya Bu.. Saya masih muda lho.. Panggil saja tante”
“Oh iya tante”
Akupun terenyum dalam hati. Persis pengalamanku dengan tante Rini dulu yang tidak mau dipanggil ibu. Pembantu Tante yanti kemudian masuk menyajikan minuman.
“Ayo diminum Dam” kata tante Yanti saat si pembantu beranjak pergi.

Tante Yulia lalu bangkit mengikuti pembantunya kemudian menutup pintu ruang kantor dan menguncinya. Kembali tante Yanti duduk di sebelahku sambil meminum orange juicenya. Pahanya yang putih mulus tampak begitu menggoda saat dia menumpangkan kakinya. Akupun tak tahan untuk tidak melihat pemandangan indah itu.

“Sedang lihat apa Dam?” katanya sambil tersenyum manis.
“Oh nggak kok tante..”
“Ayo kamu sedang mikir yang jorok ya..” katanya lagi menggoda.
“Nggak kok tante.. Cuma kagum aja.. Habis tante cantik banget..”
“Ih.. Kamu genit juga ya.. Pinter merayu” godanya lagi.

Tangannya kemudian meraih tanganku dan diletakkannya di atas pahanya.
“Kamu pengin ini kan?” sambil berkata begitu tante Yanti mendekatkan wajahnya dan mencium bibirku.
Tak kuat menahan nafsu yang sedari tadi telah bergolak, kubalas ciuman tante Yanti dengan penuh Nafsu. Sambil berciuman, kuremas dan kuusap pahanya yang mulus itu, sementara tanganku yang lain mengusap-usap rambutnya.

“Ehh..” erang tante yanti ketika tanganku menyentuh celana dalamnya yang telah basah.
Erangannya makin menjadi-jadi ketika tanganku menyibakkan celana dalam itu dan menemukan Vagina. Kuusap-usap Vagina tante cantik ini, dan cairan vaginanya semakin mengucur deras.
“Ahh.. Enak Dam.. Memang betul kata Rini kamu hebat.. Terus Dam” erangnya lebih lanjut.

Sementara tanganku masih mengusap-usap vaginanya, akupun menciumi pundak putih tante Yulia. Kemudian kuturunkan tali gaunnya sehingga payudaranya tampak meskipun masih terbungkus BH. Kuturunkan cup BH-nya dan payudaranya yang padat meloncat keluar seperti menantangku untuk menghisapnya. Langsung kuterkam payudara kenyal itu dan kuisap serta kujilati putingnya yang berwarna merah muda.

“Ahh.. Yess.. I like it.. Oh...” desahan tante Yulia semakin menjadi memenuhi ruangan kantor itu.
Terus kujilati puting yang semakin mengeras itu, dan tanganku yang satu masih terus memberikan kenikmatan pada vaginanya.
“Oh Dam.. Yes.. Terus Dam.. Oh.. God” racau tante Yulia merasakan nikmat yang kuberikan.
Setelah itu aku berhenti sejenak. Tampak wajah tante menampakkan kekecewaannya.

“Dam.. Don’t stop please.. Ayo terusin Dam..” pintanya
“Takut ketahuan tante.. Emang nggak ada siapa-siapa nih?” kataku sambil menciumi wajahnya yang cantik.
“Nggak ada.. Cuma pembantu sama satpam aja.. Mereka juga nggak akan tahu.”
“Suami tante?”
“Nggak ada.. Sedang ke luar negeri.. Ayo Dam.. Puasin tante ya sayang..” katanya sambil mendorong kepalaku ke arah payudaranya yang montok itu.

Kuisap dan kukulum puting payudara tante Yulia. Bergantian kuhisap sepasang payudaranya. Tante Yulia kembali mengerang dan badannyapun menggeliat menahan nikmat.
Setelah puas menikmati payudara montok tante Yulia, akupun mengangkat gaunnya sehingga tampak celana dalam mininya yang seksi berenda. Kulepas celana dalam itu, sehingga tampak vaginanya yang bersih tak berbulu sedikitpun. Langsung kujilati dan kuciumi vagina tante Yulia, sehingga tubuhnya agak melonjak dari sofa.

“Ahh.. Dam.. Yes.. Ohh..” desahan tante Yulia. Sambil mengerang, tubuhnya tampak sedikit melengkung ke belakang menahan nikmat. Tangannya tampak meremas-remas payudaranya sendiri.
Kubuka lebih lebar paha tante Yulia, dan kujilati dan kadang kugigit perlahan klitorisnya. Sementara tanganku menggantikan tangannya untuk meremas-remas sepasang payudaranya yang kenyal itu. Ruangan semakin dipenuhi oleh erangan tante Yulia, dan juga bunyi sofa karena gerakan tubuhnya yang mengeliat-geliat nikmat.
Tiba-tiba HP tante Yulia berbunyi. Kamipun tak mempedulikannya dan aku terus memberikan kenikmatan oral pada tante yang cantik ini. Tetapi bunyi HP terus berbunyi..

“Shit.!!” maki tante Yulia.
“Sebentar ya Dam.”
Tante Yulia pun bangkit dari sofa dan berjalan ke meja kerjanya. Diraihnya HP dan dijawabnya dengan nada kesal.
“Ya.. Ada apa?”
“Aku baik-baik aja dear.., sedang sibuk untuk pameran minggu depan” jawabnya sambil kembali duduk di sofa.
“Kamu sendiri gimana di sana?” sambil berkata begitu tangan tante Yulia meraih kepalaku yang masih berjongkok di depan sofa dan mendorong ke arah tubuhnya.
Akupun mengerti kemauannya. Kembali kusibakkan gaunnya dan mulutku kembali menciumi dan menghisapi lobang vaginanya. Kemudian kumasukin lidahku ke vagina nya, kemudian kuhisap-hisap kembali..
“Iya dear.. Hmm.. Udah dulu ya.. Aku banyak kerjaan nih.. I love you..” sambil berbicara tangannya mengusap-usap rambutku.
Kulihat tante Yulia menggigit bibirnya sendiri menahan erangannya, agar suaminya di ujung telepon tidak curiga.
“Iya.. Nggak apa.. Aku bisa jaga diri kok.. Ok.. Bye dear..” setelah menutup HP-nya, erangan tante Yulia yang tadi terpaksa ditahannya langsung meledak.
“aaaaaaahhhhhhhh.. .. Terus Dam.. Yes..” Semakin cepat kujilati memek tante Yulia.
“Ahh.. Dam.. Kamu hebat.. Aku keluar Dam.. Ohh..my godd..”
Tubuh tante Yulia mengelinjang hebat dan cairan vaginanya semakin mengucur banyak. Terus kuhisap dan kuciumi vagina tante Yulia yang cantik ini, sampai tubuhnya pun lemas terhempas di atas sofa. Kuraih tisu di atas meja dan kubersihkan mulutku dari cairan nikmat tante Yulia. Kemudian kuhabiskan sisa orange juiceku, dan kuambil dan kuberikan orange juicenya.

“Minum dulu tante” kataku.
“Thank you Dam.., aduh belum pernah tante orgasme kayak tadi.. Kamu benar-benar laki-laki Dam..” Lalu diteguknya orange juicenya sampai habis.

“Sekarang giliran kamu ya..” katanya
Dimintanya aku berdiri di depannya. Tante Yulia yang masih duduk di sofa lalu membuka celana panjangku. Aku pun membuka kemejaku, dan tak lama akupun tinggal bercelana dalam di depannya.

“Kata Rini punyamu besar ya Dam” katanya sambil tersenyum menggoda.
Tangannya kemudian meraba celana dalamku, dan penisku yang memang lumayan besar itupun mencuat keluar dengan gagahnya sampai hampir mengenai wajahnya yang cantik.
“Oh.. God.., besar banget Dam.., I like it..” katanya sambil mengelus-elus kemaluanku dengan jemari tangannya yang lentik.
Sambil mengocok perlahan penisku, wajah tante Yulia mendekat dan tak lama lidahnya telah menjilati batang penisku.
“Ah.. Tante..” desah ku ketika kepala penisku dijilatinya.

Sambil menjilati kepala penisku, tante Yulia meremas-remas buah zakarku sambil matanya menatapku nakal menggoda. Kemudian dibukanya mulut mungilnya dan dikulumnya penisku. Rasa nikmat menjalar ke seluruh tubuhku ketika tante Yulia menggerakkan kepalanya maju mundur menghisapi penisku. Kuremas-remas kepalanya sambil merasakan kehangatan mulut tante muda yang cantik ini.
Tampak tante Yulia begitu menikmati penisku. Dihisap, dijilati dan diremasnya penisku dengan penuh gairah. Sesekali gumaman nikmat terdengar dari mulutnya saat dia mengulum penisku. Sedangkan nafasku yang engah semakin keras terdengar memenuhi ruangan kantor gallery itu.
“Now.. Please fuck me Dam.. Aku pengin ngerasain penis mu yang gede itu.” katanya sambil bangkit berdiri.
Dia pun kemudian berbalik membelakangiku. Kuciumi lagi pundaknya dan kuremas payudaranya. Kemudian tante Yulia memposisikan dirinya sehingga dia menungging di atas sofa tamu. kusobekkan gaunnya dan kuarahkan penisku ke lobang vaginanya.
“Oh.. God..” desahnya ketika kepala penisku mulai masuk menyesaki lobang vaginanya yang sempit. Kudorong tubuhku sehingga peniskupun masuk lebih dalam, dan mulai kupompa vagina tante muda ini.
“Ahh.. Yes.. Fuck me.. Fuck me.. Yes.. Yes..” engahan tante Yulia setengah menjerit. Payudaranya tampak bergoyang-goyang menggemaskan karena gerakan tubuhnya. Jepitan vagina sempit tante Yulia terasa begitu nikmat di sepanjang penisku. Sambil memompa tubuhnya, sesekali kuremas payudaranya yang menggantung menggemaskan.

Setelah beberapa menit kami bersetubuh dengan gaya doggy-style, akupun kemudian duduk di sofa. Tante Yulia segera menaiki tubuhku dan kami kembali bersetubuh dengan duduk saling berhadapan. Dengan posisi ini, aku leluasa untuk kembali menikmati payudaranya yang montok itu. Tante Yulia menaik-turunkan tubuhnya di pangkuanku, dan tanganku meremas-remas pantatnya yang bulat dan padat.

“Dam.. Dam.. Aku hampir keluar lagi Dam.. Oh.. God..” engah tante cantik ini.
Aku lalu kembali menghisapi payudaranya sambil tanganku mendekap erat punggungnya. Sambil tanganku yang lain memegang erat pantatnya, aku lalu menggenjot cepat penisku dalam liang vaginanya.

“Ahh.. Ahh.. God.. God.. Ahh..” jerit tante Yulia mendapatkan orgasmenya yang kedua.
Butir keringat tampak mengalir membasahi wajahnya yang cantik dan sebagian menetes ke payudaranya yang indah. Akupun terus menggenjot tubuhnya dan tak lama akupun merasa akan segera menyemburkan spermaku dalam liang vaginanya.

“Hmmhh..” dengan nafas yang ngos-ngos an dan tertahan saat orgasme, karena mulutku masih menghisapi payudara tante Yulia.
Banyak sekali spermaku yang menyembur ke dalam vagina tante Yulia. Mungkin karena aku begitu terangsang melihat wajahnya yang cantik serta bodynya yang seksi. Setelah itu akupun melepaskan dekapan eratku di tubuh tante cantik pemilik gallery ini. Tubuhnyapun rubuh lemas di samping tubuhku.

“Tante puas banget Dam.. Belum pernah dapat yang seperti tadi dari suami tante”
“Sadam juga puas banget tante. Tante cantik banget sih”
“Ih.. Kamu bisa aja” jawabnya sambil mencubit tanganku.

Kami pun beristirahat beberapa saat, sebelum aku pamit pulang karena ada janji dengan pacarku. Aku pun berjanji akan mengirim draft surat kontraknya lewat e-mail sesegera mungkin.

“Jangan lewat e-mail Dam.. Kamu bawa aja sendiri.. Mumpung suamiku belum pulang.. Aku tunggu ya.” katanya sambil tersenyum manis.

Nah, seperti itulah pengalaman cerita sex dengan tante haus seks. Nantikan cerita dewasa lainnya dari kami, maka dari itu terus kunjungi blog ini untuk mendapatkan update lainnya.

Jepitan Anak Ibu Kost Sangat Menggoda

Jepitan Anak Ibu Kost Sangat Menggoda | Dia adalah tukang pijat yg biasa di panggil ke rumah2 di lingkunganku. Namanya MakNur, Umurnya sekitar 45 tahun lebih sedikit, punya empat orang anak yg semuanya merantau ke Jakarta, suaminya seorang mandor bangunan, yg kerjanya sering keluar kota ngerjakan pembangunan perumahan baru, jadi pulangnya bisa satu minggu sekali. MakNur memang seorang tukang pijat yg bisa dibilang handal sekali, karena kata orang banyak yg cocok dengan pijatannya.

Aku emang udah sering sekali dipijat dengan MakNur, pijatannya pas buat aku, keras gak, lunak juga tidak, jadi pas banget. aku tahu kebiasaan MakNur kalo sedang mijat, tanpa ada yg dilihat, dia akan cepet, paling banter 1,5 jam dah selesai, tapi kalo mijetnya sambil liat televisi, apalagi sinetron kesayangannya bisa ampe 2,5 jam mijetnya.

Makanya tiap mau dipijet MakNur, aku ajak dia ke ruang belakang dekat dapur, kemudian kubentangkan matras di depan televisi. Biar mijetnya lama, sampai aku ketiduram. Nah awal mula cerita ini bisa keluar dari sini. MakNur memang belum tahu kebiasaanku kalo dirumah, dengan beberapa anak kostku. Dari sinilah dia tau sedikit banyak tentang keisenganku pada anak2 kostku.

Jam 08 pagi kurang sedikit MakNur datang kerumahku setelah aku telepon dia untuk memijatku, kusuruh dia menungguku di belakang setelah menyiapkan matras, dan televise kunyalakan.

Aku pamitan ke MakNur tuk ganti bajuku dengan sarung seperti kebiasaanku saat dipijat biar ga kena minyak pas dipijat nanti. Aku keluar hanya memakai sarung yg kulilitkan didadaku tanpa menggunakan apa2 didalemnya, sambil membawa bodylotion buat pijet. Aku tengkurap di atas matras, sambil menikmati pijatan MakNur. karena dipijat membuat sarung yg kupakai menjadi tidak berarti, sarungku jadi hanya seperti ikat pinggang yg melingkar di pinggangku, karena MakNur sendiri mijetnya sambil asyik nonton televise.

Ga terasa aku ketiduran karena enaknya pijatan MakNur, dan kondisiku masih seperti tadi, dengan tubuh yg polos, karena sarung yg tersingkap dan mengumpul di pinggang, sedangkan aku tidak memakai daleman sama sekali.



Aku terbangun saat MakNur membangunkanku, karena ada anak tetangga yg masuk kerumah mencariku, dengan malas2an aku buka mataku, kulirik jam dinding udah jam 9 lebih. Ternyata aku telah tertidur lebih dari satu jam. Lalu kutanya ke MakNur siapa yg mencariku, dia memberi isyarat dengan matanya, pandanganku menoleh mengikuti isyaratnya. Aku terkejut, ternyata putra tunggal Bu Pr***i tetanggaku yg rumahnya berjarak empat rumah dari rumahku yang masih duduk dikelas 1 SMP namanya Rona

Dia berdiri kira2 berjarak kurang dari 2 meter dibelakangku, pandangannya lekat menerawang tubuhku yg telanjang dari belakang dengan mulut yg agak ternganga keheranan. Akupun juga sempat terkejut dibuatnya, begitu pandanganku mengarah padanya, mukanya langsung tertunduk sungkan padaku, tapi aku kaget, pas liat kebawah pada celana pendeknya, ada sesuatu yang menonjol kesamping, jangan2 anak ini terangsang melihatku, sehingga membuat titit nya berdiri, tapi kok ke samping, apakah anak ini ga pake CD???

Kelihatan sekali tonjolan itu, karena emang kaosnya yg hanya sebatas pinggangnya. Tanpa merubah posisiku, kutanya maksud kedatangannya ke sini sambil terus mengamati tingkah lakunya. Dengan mencuri-curi pandang pada tubuhku dijawabnya pertanyaanku, kalo disuruh mamanya pinjam sanggul ma kebaya buat acara resepsi diluar kota besok lusa.

Kusuruh Rona duduk di kursi yang ada tepat disampingnya, sedangkan aku menyuruh MakNur terus memijatku, aku kedipkan mata ke MakNur agar terus memijat diriku, ternyata MakNur mengerti maksudku. Pijatan MakNur bergeser ke bawah di kedua kakiku dan pantatku, sehingga membuatku melebarkan kedua kakiku. Dengan begitu Rona pasti sangat tercengang melihatku dari belakang dengan kedua kaki melebar, mungkin dia secara samar2 bisa melihat garis pada belahan vaginaku.
Sanbil terus dipijat pada bagian kaki belakangku, aku ajak ngobrol Rona, agar dia terus menujukan matanya padaku.

“kamu sekarang kelas berapa rona?” tanyaku padanya.
“kelas 1smp bu Gus” jawabnya.
“kok kamu yang disuruh? Mamamu mana?”
“mama lagi belanja ke tokonya Mbak S***a”

Aku sampai merasakan denyutan2 halus di vaginaku, karena merasakan sensasinya. Pastinya MakNur tahu dengan kondisiku ini karena terasa melembab pada vaginaku. lama juga aku ajak ngobrol Rona, dengan maksud untuk menggodanya, pasti matanya terus mengawasi tubuh telanjangku dari belakang, aku hanya sesekali menoleh kebelakang padanya. Kedua kakinya dirapatkan, pas aku menoleh kearahnya langsung dibuangnya pandangannya mengarah ke televise, tapi yang pasti dia dari tadi mengawasiku tanpa berkedip.

Setelah hampir dua puluh menitan, MakNur memijat tubuh belakangku. Aku disuruhnya terlentang, untuk memijat bagian depan tubuhku. Dengan kesan yang tidak vulgar, aku tarik sarungku keatas, sampai menutupi dadaku, dan kubenahi sarung bagian bawahku sampai lututku. Kemudian baru kubalikkan tubuhku terlentang.

Karena didalam aku tidak memakai apa2, alias no bra dan cd, kedua payudaraku otomatis tercetak dengan jelas dengan kedua putting yang menonjol dan pastinya juga adanya sedikit gundukan antara kedua belah paha dalamku, karena posisi kakiku yang sedikit merenggang. Dan sarung yang menutup tubuhku hanya sebatas payudara bagian tengah, otomatis sebagian bulatan payudaraku bagian atas dan garis pemisah antara kedua payudaraku terlihat jelas. Kulirik sebentar ekspresi Rona, matanya begitu tajam menerawangi tubuhku tanpa berkedip. Bahkan bisa kurasakan kalau nafasnya tercekat untuk beberapa saat.

Aku jadi tertegun sendiri dengan ekspresi yg ditunjukan Rona saat melihatku terlentang, duduknyapun bahkan seperti tidak jenak. Aku sedikit merinding juga, ternyata anak ini begitu lugu, dan mungkin baru pertama kali ini dia melihat wanita seperti ini. wajahnyapun tampak agak pucat. MakNur sempat berkedip padaku demi melihat ekspresi Rona yang seperti itu, sepertinya MakNur berpikiran sama denganku, kalo Rona ini begitu lugu dan masih sangat hijau.
Dengan sedikit berdehem aku bertanya pada Rona.

“Rona tadi udah maem belum?”

Dengan suara yang parau dan tercekat, mungkin karena kaget atau terangsang berat, dia menjawabku dengan terbata-bata. “Uuuu….su..d..dah..bu..u…Gus…”, aku dengan MakNur saling pandang mendengar jawaban Rona yang parau dan terbata-bata. Mungkin juga saat ini kami punya persamaan dalam pikiran tentang Rona yg lugu yang sangat terangsang melihat keadaanku.

“ya udah kalo kamu emang udah makan, karena bu Gus pijatnya masih agak lama, kamu ga papa kan nungguin bentar?” tanyaku pada Rona.
“gapapa bu Gus, Rona masih kenyang banget” jawab Rona dengan suara yang masih parau dan terbata-bata, tapi dengan pandangan diarahkan ke televise, demi melihat pandanganku yang mengarah padanya.
“kalo mo ambil minum apa makanan, ambil aja sendiri, tuh di kulkas” sambil tanganku menunjuk ke kulkas yang berada di samping kanannya.


“iya bu Gus, makasih” jawab Rona, sambil pandangannya mengikuti telunjukku kearah kulkas sambil sedikit melirik tubuhku saat pandangannya berpindah dari televise ke kulkas.dengan keadaan terlentang begini, aku bisa terus mengamati tingkah laku Rona. Matanya sering mencuri-curi pandang pada tubuhku, kemudian kembali melihat televise, tapi sepertinya sangat tidak konsen pada televise yg dilihatnya, nafsnya begitu berat, seperti menahan sesuatu yang sangat berat. Bahkan duduknya pun sepertinya tidak enak.

Saat ini memang bagian tanganku yg dipijit MakNur, jadi aku masih bisa mengajak ngobrol Rona dengan leluasa, karena kondisi tubuhku masih tertutup oleh sarung, jadi kesannya masih normal saja. Setelah pijatan pada kedua tanganku selesai, MakNur berpindah pada pundak dan bagian dadaku sebelah atas. Yang aku tahu, pasti MakNur akan menurunkan sarungku pada bagian dadaku sampai batas bulatan coklat yg melingkari putting susuku. Aku langsung memejamkan mataku, dengan maksud agar Rona bisa leluasa menikmati pemandangan ini, tanpa sungkan terlihat olehku. Karena posisi MakNur sendiri ada di sebelah kiri menghadapku, sedangkan Rona duduk disebelah agak kanan lurus dengan kakiku agak jauh dibawahku, karena memang posisiku yg terlentang.

Saat MakNur mulai memijatku, sesekali kupicingkan mataku sedikit untuk melihat seperti apa ekspresi Rona melihat sebagian payudaraku yg terbuka hampir sampai putingku. Aku benar tidak menyangka, kalo rona menatapku lekat2 tanpa berkedip, dengan mulut yang sedikit bengong. Kepalanya sampai dimajukannya untuk bisa melihat lebih jelas. Mungkin dia merasa aman, karena MakNur sedang sibuk memijitku, sedangkan aku menurutnya sedang terpejam, jadi rona merasa leluasa menatapku seperti itu. Kaki rona disilangkan dengan rapat, seperti sedang menutupi penisnya yg mungkin sangat tegang.

Badanku serasa merinding dan menghangat oleh sikap rona yg sedemikian, aku merasakan sensasi yg hangat dan eksotis oleh sikap rona yg sedang mengamati tubuhku. MakNur sampai melirikku, karena kondisi badanku yg tahu2 merinding semua, sambil tersenyum kecil padaku. Aku membalas senyum kecilnya dengan sekidikit berkedip, dan MakNur menyadarinya.

Aku Sikat Habis Calon Mertuaku

Aku Sikat Habis Calon Mertuaku | Cerita ini asli kisah gua sama ibu pacar gua waktu dulu masih pacaran, waktu itu sekitar 6 tahun yang lalu, ibu pacar gua panggil aja namanya tante S, memang sih udah tua, umurnya aja sekitar 45 tapi mukanya masih kelihatan cantik dan body nya juga montok, tinggi sekitar 168cm, kalau di taksir susu nya kayaknya sekitar 34D (kalau diliat dari luar), lekukan2 nya memang masih pada tempat2 yang pas. Tapi namanya sudah berumur kerutan dimuka dan perutnya memang tidak rata lagi.

Gua sendiri umur gua saat itu 25 tinggi badan 177 cm, untuk urusan body dan muka standar2 aja. Gua saat itu masih kuliah di betawi di kampus yang terkenal buat anak anak orang berduit di daerah LA (lenteg agung) dan gua saat itu kost di daerah Jakarta selatan.

Cerita bermula saat gua punya pacar namanya inge dia berkulit putih satu kampus sama gua tapi baru smester 5 ukuran toket 34b tinggi 167, kita pacaran sejak dia semester 3 dan semua keluarga sudah tau termasuk maminya dan kakaknya inge (dika) dan menyetujui bahkan kami sudah berecana menikah tapi tuhan berkehendak lain.

Cerita nya memang dari dulu kalau ketemu sama tante S saat gua wakuncar gua memang diam2 selalu curi2 pandang, apalagi kalau pas dipeluk sambil cium pipi kiri n kanan, rasanya pas susunya nempel kok langsung jadi nafsu banget. Mungkin gara2 gua keseringan liat film hot mom and my friend kali ya (Kegiatan peluk dan cipika cipiki udah rutin kebiasaan pacarku dan tante S soalnya dia memang ada darah scotlandia).


Pas satu malem lagi di kos ng’gak ada kerjaan, jadi iseng gua mau ke rumah inge pacar gua, dan di jalan sambil nyetir pas gua nelpon mau kabarin lagi jalan ke situ, tiba2 yang angkat telpon kok suaranya beda, padahal itukan hpnya inge. Terus gua tanya ini siapa kok hp inge sama situ. Yang jawab bilang “ohhhhhh tadi berangkat keluar kota nengok neneknya” dalam hati gua udah ngomel2, kenapa nggak bilang tapi pas gua inget inget ia ya dia pernah bilang tapi gua lupa sama sekali, padahal gua udah setengah jalan. Tiba2 ditanya “ini Tony yah?? Ada perlu apa Ton?? Ini tante hpnya inge ketinggalan di rumah”


Kaget dicampur seneng langsung jawab “engga pa2 tante, tadinya mau kesitu, ini juga lagi dijalan, tapi kok tante nggak ikut? tapi ya udah deh besok2 kalo inge dah balik aku kesana, sekaraang aku balik dulu”, “tante tadi ada urusaan di kantor rencananya besok tante nyusul, tapi kamu kasian banget udah dijalan malah tanggung harus balik lagi, udah dateng sini aja temenin tante ngobrol?” kata tante S.
Mulut nyengir sampe ke ujung pipi, tapi masih pura2 nggak enak dulu “Mmmmmmm nga pa2 nih tante? Nga ganggu tante kalo saya ke rumah?” dalem hati sih berharap2 si tante nga jawab suruh balik hehehehe.

Aku Sikat Habis Calon Mertuaku


Untung nya si tante jawab “engga donk Ton……. Pokoknya kamu dateng aja yah, tante tungguin nanti kalo udah deket rumah telpon lagi biar tante keluar bukain pintu” Dalem hati udah kesenengan dapet waktu berduaan aja sama si tante yang cakep ini, tapi tetep jawab dengan sopan “iya tante, nanti saya kabarin

Pas udah mau sampe deket rumah, nga tau kenapa sengaja iseng nga kabarin si tante kalo gua sebentar lagi sampe. Di depan rumah gua sambil mencetin bel bingung juga kok gelap yah? Nungguin agak lama juga nga ada yang bukain pintu. Akhirnya gua telpon juga deh, tante s langsung jawab “udah mau sampe yah Ton?” langsung aja gua jawab kalo gua udah di depan pintu. Tante s agak kaget “loh?? Kok nga telpon dulu?? Ya udah tunggu sebentar yah, tante mau ganti baju dulu ini tadi baru habis mandi” mulut gua langsung kebuka lebar sambil kesenengan, dengan sabar gua tunggu rasanya lama banget padahal sih nga nyampe 5 menit.


Dari dalem tante s buka pintu, keliatan bentuk tubuhnya yang montok (tapi nga gendut loh) n beneran dia cuma pake daster terusan tidur yang bahan nya biasa aja tapi panjangnya Cuma sampe di atas lutut, sambil gua perhatiin pinggul nya goyang kanan n kiri jalan bukain pintu. Begitu dibuka tante langsung dengan hangat meluk gua n cipika cipiki, pas sambil jalan masuk dia nyubit lengan gua, ngomel2 dikit kenapa gua nga telpon kalo udah mau sampe. Gua cuma senyum2 aja sambil bilang kalo lupa, di cubit lagi sama si tante sambil bilang “kamu mau minum apa?” dalam hati sih pengen langsung nunjuk susunya yang montok, hehehehee tapi cuma bales air putih aja cukup. Tante s terus pergi ke dapur n gua mulai liat2 siaran tv di canel parabola apa yang mau kira kira menarik.

Tiba2 tante s nyeletuk dari belakang gua “emang kamu nggak di kabarin inge Ton? Nih air nya diminum yah”
“iya tante makasih……. Di kasih tau tapi lupa banget tan…… tante sendirian nih jagain rumah? Nga serem?” bales gua…….
“ada sama kakak ipar mu kok, cuma dia keluar sama temen nya, nanti lewat jam 12 baru balik dari concert katanya, tapi biasa sih pasti udah hampir pagi deh. Serem juga sih Ton, tapi gimana lagi donk? Kan sekarang baru jam 7…… kamu temenin tante aja gimana? Sambil nonton sama tante yah lagian juga di kost mu pasti gak ada canel parbola, cuma jangan sedih yah biasa nya pacar kamu cakep n muda, skrg malah disuruh nonton bareng sama yang udah tua2 kaya tante begini hihihihii” jawab si tante.



Makin seneng aja, langsung gua jawab ok sambil tambah2 kata pemanis “ahhhh tante bisa aja, tante kan masih cakep gitu, yang muda2 aja kalah kok” , “dasar kamu pinter ngomong sama cewe yah? Udah pilih film belom?” tanya tante s sambil duduk di sofa n kaki nya di angkat di atas sofa, jadi dasternya agak ke angkat sedikit n paha nya keliatan.

akhirnya gua nemuin film yang ok dan baru, gua duduk di sebelah dia agak deket tapi nga berani nempel, takut di omelin kalo mau macem2. Memang kalo udah nasib nggak akan kabur, tante s duduk nya nempel ke gua n tangan nya megang tangan gua di atas paha sambil nanya “film nya bagus nggak? Dari pertanyaannya gwa tau dia nggak suka film itu “Tentang apa sih kok tante nggak paham? Dll…..” awalnya secara detail gwa jelasin sampai bla bla bla tapi sekitar setengah main gua udah nga konsen n jawabnya juga udah secukupnya aja. Soalnya BH n bagian atas susu nya jadi deket banget sama gua, n gua juga udah nga konsen sama film nya soalnya ada pemandangan yg lebih menarik, tante s angkat tangan gua n mindahin ke belakang dia, jadi posisi nya skrg kepala si tante di dada gua……. Tambah napsu lagi nih, cukup nengok bawah dikit aja tuh susunya udah siap nyembul keluar. Tiba2 ada adegan yg ngagetin n dia nya lompat, pas balik tangan nya kena penis gua yang dari tadi udah tegang liat susunya.



Tante s langsung balik ngeliatin gua “Tony….. ini kok keras begini? Kan ini film action?” gua nya cuma kebingungan nga tau mau jawab apa, belom kepikir mau ngomong apa tante s tanya lagi “kamu dari tadi ngeliatin tante yah? Ini keras egini gara2 tante?” sambil dia nyentuh2 penis gua buat mastiin kalo beneran keras.Dengan malu2 gua jawab “iya tante, tapi jangan marah yah….. soalnya dari tadi keliatan terus susu nya tante jadi nya napsu juga tante, jangan marah yah?” “tante nga marah, tapi masa sih kamu napsu sama tante? Tante kan udah tua Ton? Udah kendor semua, banyak keriput, masa sih kamu bisa napsu sama tante” tanya tante s sambil megang susu nya sendiri.




Dengan malu2 gua jawab “iya tante, kan tadi Tony udah bilang kalo menurut saya tante lebih cakep dari yang muda2 kok”
Tante s cuma tersipu2 malu tapi keliatan kalo dia juga seneng ada yang bilang dia masih cakep (maklum udah lama menjanda dari umur 30), sambil nyubit paha gua dia nga percaya kalo gua napsu sama dia “Ton…… kamu bener2 napsu sama tante? Tante mau liat barang kamu boleh nga? Udah lama banget tante nga ngeliat ato megang yang begituan” gua kaget dan kayak nggak percaya tapi gua cuma bisa bilang “boleh tante…….”


Akhirnya tante s pelan2 bukain celana gua n mulai megang2 penis gua dari luar CD, dia agak kebingungan “kok gede banget sih Ton?” padahal penis gua sih cuma 16cm panjang n 3.5cm lebarnya “masa sih tan? Kata inge biasa aja kok… Mungkin terlalu napsu kali ngeliat yang cakep2” kata gua, tante s cuma tersipu2 malu sambil ngebukain CD gua n matanya melotot mulut nya kebuka udah kaya anak kecil lagi dapet hadiah begitu liat penis gua langsung yang udah keras banget langsung mental kena muka dia sedikit.


“sori tante, udah keras banget soalnya” kata gua
“nga pa2 kok Ton, barang kamu ini bukan cuma panjang tapi gede juga yah, pasti inge seneng banget punya suami kamu??” kata tante s sambil ngocok penis gua pelan2 “kasian deh kalo udah keras begini gak tersalurkan, tante bantuin yah? Biar lemes lagi” belom sempet gua jawab apa2, kayaknya tante s udah lama banget nga pernah ngeliat penis yg keras ternyata napsu nya udah ke ubun2 n langsung mulai cium kepala penis gua “aaaahhhhhhhh tanteeeee……… enak banget…….”

Begitu ngeliat gua keenakan tante s juga makin ganas maennya…….. penis gua di isep2, di emut2, di jilat2 n di cium2 sambil tangan nya ikutan maenin batang gua juga. Nga mau kalah dan nga takut2 lagi akhirnya gua coption BH dia n mulai remes2 toket nya tante s yang ternyata udah kendor, “Tonnnn…….. iya Tonnnnn…… pinter deh kamu, yang kenceng remes tete tante juga nga pa2” ternyata tante s yang selama ini santun banget, aslinya kalo udah napsu juga binal banget “iya tante…… aduh tante enak banget isepin kontol saya” tangan gua skrg udah lari ke CD dia dan pegang2 sedikit ternyata udah basah di bagian memeknya. Poker

Baru mulai dielus2 dikit, tante s langsung berhenti isepin kontol gua sambil ngerang2 “aahhhhh beennnnnnn…… iyaaa Tonnnnnn…… enak banget……. Tante udah nga pernah ada yang nyentuh memek tanteeeee ssssshhhhhhh aaahhhhh……. Terus Tonnnn”
Kayaknya memang tante s ini udah puluhan tahun nga pernah ada yang nyentuh deh padahal dia cakep, kaya n pengusaha gitu…….. langsung gua pindah posisi jongkok di bawah sofa n sekaligus copotin CD tante s yang udah pasrah nurutin semua kemauan gua.


Aku Sikat Habis Calon Mertuaku - Pas mau copotin dasternya dia nolak “jangan Ton, tante malu……. Tante kan udah tua, badan nya tante udah kendor n keriputan semua……” sambil ciumin leher n kuping dia gua bukain dasternya dari atas “saya justru sukanya yang tipe2 kayak tante” kali ini rayuanku sukses tante s udah bugil total sambil protes minta gua bugil juga.


Abis buka baju n kita berdua udah nga ada sehelai benang pun, gua lanjut ciumin bibir dia yang halus banget, tante s ngebales ciuman gua nga kalah ganas nya (tangan gua tetep nga bisa diem, selalu pindah2 antara susu n memek dia), gua lanjutin ciumin leher n kuping tante s yang selalu mendesah tiada henti nya “ssssshhhhhhhsssssssss…… aaahhhhhhhh Tonnnnnnnn terus Tonnnnnnn iya enak banget……….. tante milik kamu mulai skrg…… aaaahhhhhhhhh kapan pun kamu mau, tante selalu siap…… sssshhhssss aaaahhhhh………”


Udah puas, skrg gua mulai pindah ke toket nya yang memang gede tapi udah nunjuk ke bawah, gua remes2 sambil gua jilat2in n isep2in pentil nya. Si tante langsung jambak2 rambut gua halus2……. “iya……. Aarrrrgghhhhhh……… enaknya……..” saking gemesnya pentil tante s gua gigit2 maen2 “aawwwwww…….. sakit Ton….. jangan terlalu keras yah…… boleh tapi jangan keras2” protes tante s, sekitar 7 menit gua maen di gunung kembar yang akhirnya makin lama remesan, isepan n gigitan gua makin keras dan tante juga udah nga bisa ngomong apa2 lagi, yang keluar cuma “ssssshhhhhhssssss……. Beennnn……. Iyaaaa……. Aaaahhhh……. Terus Ton…….”

Pas gua lepas toket nya tante protes “Ton?? Ini susu tante kok merah2 cupangan semua dimana2?” memang gua dari tadi sengaja cupangin toket tante hehehehee “loh? Katanya skrg tante milik Tony? Kan itu tanda nya…… tante nga mau yah?” sengaja gua takutin “engga kok Ton…… boleh…… cuma tante nanti takut keliatan aja, ya udah nanti tante pake baju aja, biar nga keliatan orang laen……. Terserah kamu mau di apain tante mu ini, tante seneng banget kamu udah mau puasin tante” jawab tante s.



Gua langsung lanjutin ke paha dalam nya tante s, gua elus2……. Gua cium2….. gua jilat2……. Gua gigit2 sambil nyupangin…… gantian kiri kanan, tante s kayaknya udah kelojotan gua maen di daerah bawah…… dia cuma bisa “mmmppphhhhh……. Ssshsss……. Iya Ton…… ahhhhhhh……” sambil ngelus2 kepala gua. Makin deket gua maen nya sama memek tante s, makin kayak cacing kepanasan dia, badan nya menggeliat melulu, kepala nya bolak balik kiri kanan terus2an sama tangan nya neken2 kepala gua supaya posisi pas di tengah memeknya (soalnya gua memang sengaja bikin dia napsu dengan maenin bagian samping nya dulu, sambil nyerempet2 dikit hehehe)


Makin deket gua maen nya sama memek tante s, makin kayak cacing kepanasan dia, badan nya menggeliat melulu, kepala nya bolak balik kiri kanan terus2an sama tangan nya neken2 kepala gua supaya posisi pas di tengah memeknya (soalnya gua memang sengaja bikin dia napsu dengan maenin bagian samping nya dulu, sambil nyerempet2 dikit hehehe) 😮

“Tonnnnnnn iihhhhhhhh……. Sssshhsssss aaahhhhhhhhh kamu jahat dehhh……. Nyiksain tante yah??? Mmmmmmmm ahhhhhhhhhh” skrg ini memek nya tante s udah basah bener2 basah sampe agak netes2 keluar dikit. Tiba2 mulut gua langsung gua arahin ke memek dia, langsung gua jilatin bagian tengah nya “AAAAAAHHHHHHHH……… TONNYYYYYY…….. SSSSHSSSSS……. MMMMPPPHHHHH……. IYA TONNNN…….. TERUS…….. SSHSHHHHHSSSS……. ENAK BANGET……” tangan dia langsung neken muka gua sedalem mungkin ke memek dia, sampe rada susah nafas n basah deh muka gua……. :p


Tante s makin menggila aja “AAAAAHHHHHH IYA TONNN……. TANTE BELOM PERNAH DI BEGINIIN…… SSSSSHHHHH…..MMMMPPPPHHHH……. KAMU PINTER BANGET SIHHHHH???? AAHHHHHHH…….” Denger tante makin gila, gua juga makin kenceng aja, jilatin nya, sampe pas gua sedot2 memek nya kenceng, tante s tiba2 neken memek nya ke kepala gua kenceng banget “AAAHHHHHHH TONNNNN!!!! TANTE NYAMPEEEEEE…..!!!!! AAAAHHHHHHHH GILAAA…..”

Pinggul nya tante naek setinggi bahu gua tapi kepala gua di teken sama dia sambil ngejambak rambut gua……. Memeknya tante s langsung banjir n muka gua dipake buat ngelap sama dia naek turun memeknya dia……..

Belom sempet ambil nafas, gua tetep sedot2in memeknya n pindah ke clit nya tante s….. dia langsung kaya kena setrum pinggul nya naek lagi n langsung teriak2…… “TONNNNNN……. STOPPPPP…… GELIIIII…….. TANTE BARU NYAMPE…… ISTIRAHAT DULU YAHHHHH…..” gua tetep cuek n jilat2in tante s, baru sebentar gua mulai sedot2 clit nya…… tante s kayaknya bener2 nga kuat n nyampe lagi…… “AAAARRRRGHHHHHHH…….. BEENNNNYYYY…… GILLLAAAA….. TANTE NYAMPE LAGIIII……… AARRGGHHHHH……MMMMMPPPHHHHH……. SSSHHHSSSS…….. BEEENNNNNNNNN AMPUNNNNNNN…….. “ muka gua yang udah basah lagi2 di teken2 sampe nga bisa nafas n di naek turunin memek dia, tapi mulut gua tetep kekeh nyedot n gigit pelan clit dia…….. sampe akhirnya gua stop n pinggul dia masih naek tinggi n neken kepala gua ke memek dia……. Nga lama dia langsung ambruk ke sofa…….


Abis tante s ambruk di sofa, kita ciuman sambil bersilat lidah, tante juga jilat2in muka gua yang basah sama cairan dari memek dia “makasih yah Ton……. Tante udah nga pernah ngerasain yang beginian lagi, apalagi dijilatin sampe tante nyampe 2 kali berturut2 begitu. Sampe lemes banget nih tante” gua cium tante s di bibir softly sambil bilang kalo dia itu cantik banget n gua seneng banget udah bisa bikin dia sampe nyampe n dengan senang hati ngelanjutin lagi. Tante s cuma senyum n kiss balik “masa di kasih rejeki begini tante tolak sih Ton? Asal nga boleh ada yang tau yah? Ini rahasia kita aja, dan juga kita ini cuma saling menuhin kebutuhan seksual aja jangan ada perasaan, kasian anak tante, lagian kamu kan benar2 mencintai ingeka??” tante tetep mau kamu punya keluarga sendiri, tentunya dengan inge sebagai istrimu”

Gua cuma ngangguk n jawab iya sambil ciumin…….


Gua cuma ngangguk n jawab iya sambil cipookan gan :p
dan ciuman2an tante s makin lama makin hot, lidah gua udah di dalem mulut dia, sambil di isep2, tangan gua juga udah mulai nakal ngelus2 toket n paha…… gantian jilatin leher n kuping si tante lagi (soalnya tadi keliatan ini titik lemah biar langsung nafsu lagi hehehe) “hmmmmmmm……. Nakal yah kamu Ton?? Kasian deh tante udah dapet 2 kali kamu masih kuat begitu yah? Ehhhhhhh……. Bahaya nih kita bugil di ruang tamu, nanti kalo calon kakakmu pulang bisa ketauan, pindah ke kamar yuk?” ajak tante s sambil berdiri n narik tangan gua.


Kita ambil pakaian2 kita yang udah di tempat2 berbeda2 n bersih2in sisa cairan memek nya tante, terus kita sambil bugil2an pindah ke kamar tamu.
Begitu masuk ke kamar, baju2 yang di pegang langsung di buang sembarangan n kita langsung lompat ke tempat tidur, ciuman langsung ganas…… tante s nga mau kalah gantian lidah dia yang nyerang mulut gua, sambil gua isep2 lidah dia, tangan mulai melancarkan serang ke toket tante gua yang udah turun tapi ranum ini……. Nga mau kalah sambil ciuman dashyat, jilatan2 leher, tangan tante s mulai ngocokin kontol gua.


Serangan ke tante juga gua tingkatin mulai ciumin toket dia soalnya udah keliatan kalo napsu nya udah mulai kepancing dari rintihan2 kecil nya, nipple tante juga udah mulai keras sambil gua pelintir2, maenin kaya nyari frekuensi radio “mmmmmmm…… ahhhhhhhh enak Ton……. ARRRGHHHHH…….. jangan terlalu keras donk gigit nya” pas gua mulai gigitin nipple toket sebelah nya. Ngeliat tante mulai kaya cacing kepanasan, kontol gua juga mulai keras gara2 kocokan dia.
KRRRINNNNGGGGG………. Udah mau copot jantung kita berdua……. HP tante s bunyi, langsung buru2 di angkat “halo……. Iya dik??? Ada apa??” ternyata dika kakak pacar gua mau ngabarin dia baliknya agak malem “oohhhhhh iya gpp, nanti kabarin aja yah” ngeliat kesempatan isengin tante s, gua ngelus2 paha kiri dalem tante sambil cium2in n gigit paha kanannya “OOOOHHHHHH………. Hah?? Gpp dik….. ini mami lagi sambil nonton film (bikin film kali yah? Haha)” tante bisik2 ke gua suruh stop “hihihiii ya udah yah dik….. tadi si Tony ada dating juga, skrg udah pulang jadi mami iseng nonton dvd jugAAAAAAAARRGGGGGHHHHHH” gua jilatin memek tante s “MMMMPPPPHHHHHHH……… udah yah dik dahhhh” langsung di tutup telpon nya n di buang ke tempat laen, tangan tante s langsung nyosor ke kepala gua, jambak2 rambut n neken kea rah memek dia “hhhmmmmmmmm Tonyyyyy kamu nakal banget yahhh??? Ahhhhhhhhhh enaknya Tonnnnn…….. tante udah basah lagi nih…… busyet kamu pinter yah…… sssshhhssssss……. Ton tante minta yg kaya tadi lagi yah?”


“Yang mana tante?” jawab gua “yang tadi kamu bikin tante kelojotan 2 kali itu loh” sambil tetep jilat2in memek tante s, tangan ngelus2 paha n remes toket “udah lupa tante, coba di bilangin persisnya tante mau di apain sama saya?” sengaja gua pancing, pengen denger tante s yang biasa nya santun jadi ngomong jorok “mmmmmm……. Iiihhhh kamu jahat n nakal yah……. Aahhhhhhhh……. Iya Tony…… tante mau kamu ciumin….. jilatin…. Isepin….. n gigitin clit tante…….. sambil di masukin juga yah jari kamu Ton.” Bandar66

napsu di ubun2 denger tante s ngomong jorok, langsung gua kabulin permintaan dia “AAARRRRGGHHHHHHHH…….. MMMMPPPPPPFFFFFFF………. AAAHHAAAHHHAHHHH…….. IYA TONNNNNN……. .GILLAAAA…… TERUSSSSSSSS” gua obok2, keluar masukin jari gua di memek tante s yg udah basah sambil nyedot2 n gigit halus clit dia “terus mau di apain lagi tante?” “aaaahhhhh…… aahhhhhh….. ahhhhhhh masukin Ton…… tante udah nga tahan” sengaja pengen ajak tante ngomong jorok lagi gua tanya (padahal sih ngerti lahhhhh) “masukin apa tante? Harus yg jelas ngomong nya kalo engga nanti saya brenti nih” goda gua……


“aaaaahhhhhhhh ahhhhhhhh enak nya Tonnnn…….. kamu suka dengerin tante minta yang engga2 ke kamu yah??? Mmmmmmmm…… aaaahhhhhh……. Iyaaa…… masukin kontol kamu ke memek tante!!! Masukin kontol muda kamu yg gede n keras ke memek tua tante yang udah keriputan……!!! Masukin Tonnn……..!!! please……. Tante udah nga tahannnnn” pinta tante s, yang skrg udah jadi tante binal

pelan2 ciuman gua mulai naek dari clit ke paha dulu…… ke perut….. mampir di gunung kembar favorit gua…… ke leher n belakang kuping……. Kontol gua skrg udah di depan memek tante s yang udah basah banget “mmmmppppffffff……. Ahhhhhhhhh….. tante nga tahan Ton…….” Rupanya tante gua ini udah kesetanan nagih di setubuhin, tangan tante s langsung megang kontol gua, di arahin ke depan lobang memek n langsung di tuntun masuk pelan2…….. “AAAAAHHHHHHHH……… ENAKNYA TONNNNN… GEDE BANGET KONTOL KAMU……..” tangan tante dilepas n pelan2 kontol gua masuk ke lubang surga dia yang anget, basah, licin tapi masih nyengkrem udah masuk setengah jalan, langsung gua teken keras2 sampe mentok sedalem2nya ke memek tante s “AAAAAAAGGGGHHHHHHHHHH………… PELAN2 TONNNN…… SAKITTT………” punggung tante melengkung, mata dia kebuka lebar n langsung bibir gigir nya sendiri (seksi banget nih pas tante gigir bibir nya lagi napsu)
geliat tante s tetep ke enakan meskipun dia teriak sakit, tapi gua kasih dia waktu buat nyesuain dulu, sambil gua nya juga nikmatin memek tante gua yang anget, basah n masih ngejepit sedikit (mungkin udah terlalu lama nganggur jadi masih belom kendor kali yah?) kontol gua tetep gua mentokin sampe ujung sambil gua goyangin pinggul gua dikit2 “HMMMMMMMMM………. SSSSSHHHHSSSS……… enak banget sih kontol kamu Ton??? Gede begitu….. sampe2 lubang tante penuh tuhhhhhh” tante maenin tangan nya di kepala gua sambil cium2 leher gua.
udah dapet tanda2 tante s mulai naek lagi napsu nya n udah nga kesakitan lagi, mulai deh gua genjot pelan2 memek tante gua……. Di atas tante, gua mulai maju mundurin pinggul gua mulai nya pelan2 n nga terlalu jauh nyabut nya “aaaahhhhh…… mmmmmmmmmm…….. iya Tonn……. Mmmpppffff……. Aaaggghhhhh…….” Kita tetep di posisi n speed ini kira2 5 menit, si tante udah mulai ke enakan tangan nya narik tangan gua ke toket dia minta di remes2……. “aaaaahhhhhhhhh aaaaahhhhhhhh sshssssshhhsssssss mmmmmmmmmm iya Tonnnnnn oooohhhhhhhhh enaknya kontol kamu……. Aaaahhhhhhhhhhh terus Tonnnnnnn tante udah mau sampe…….”


Denger aba2 tante s langsung gua genjot kenceng2 n sekali2 gua cabut nya jauh2 ampir keluar n gua tancepin lagi ke memek tante sedalem2 n sekuat2 nya…….. makin lama makin kenceng……. “AAAAAAHHHHHHH……. IYA TONNN…… OOOOHHHHH TERUSSS TONNN……… AAAUUUWWWWWW…….. AAAHHHH……. MMMMPPPPFFFTTTTT…… GILLAAAAAAA……. TONNNNNN……. TANTE UDAH MAU SAMPE LAGIIII…… TERUS TONNNNNNN!!!!! YG KENCENG N KERAS TONNNNN…… AAHHHHHHHH” teriak tante s……. 2 menit kemudian si tante nyampe lagi…….. bibir nya di gigit keras2, punggung nya di angkat melengkung, tangan nya neken pantat gua ke memek dia sedalem2nya, matanya cuma keliatan putih nya doank sambil melenguh kenceng banget……. “TONNNNNNNYYYYY…….. TANTE SAMPEEEEEE…….. AAAAGGGGHHHHHH……. ENAKNYAAAAAA…… AAAHHHHHHH AMPUN BENNNNN……… OOOOHHHHHH…… MMMMPPPPPFFFTTT…….”

Si tante masih nikmatin kepuasan dia, kontol gua yg masih kenceng n tanggung, langsung badan dia gua balik n gua suruh nungging……. “bennn?? Tante mau kamu apain lagi?? Tante nga kuat deh…… tante masih lemes barusan nyampe gara2 kontol kamu tuh” nga gua gubris…… kontol gua arahin ke memek tante n langsung mulai genjot lagi…… langsung speed medium, tante s ternyata langsung ke enakan juga pas toket dia gua remes2 dari belakang sambil gua pacu tuh mesin tua…… : ) “aaaaaahhhhhhh bennnnnn……. Jahat deh kamu tante lemes nih…… mmmmmmmm……. Aahhhhhhh…….. iya bennn…… aaaaahhhh……..”
Denger tante s cuma setengah protes doank gua tetep jalanin terus aja…….. sambil gua sodok dalem2 memek nya, toket tante s gua remes2, gua jilatin n cupangin leher n pundak dia…… sekali2 gua tampar pantat nya PLOKKK…….. PLOKKKKK……. “aaaaawww aaaaahhhhh……. Ssssshhhhssss…….. aaaawwwwww aaaaahhhhhhhh mmpppffftttt….. iya bennnn…….. terus bennnn……. Enak……. Oooohhhhhh ya ampun….. enaknya….” “apa nya yg di terusin tante?? Ayo kasih tau yang jelasssss……. PLOOKKKKK” gua tanya n gua tampar lagi pantat tante s, udah 3 menit nih di doggy, tante jawab nya setengah teriak “aaaaaaauuuuwwww…….. aaaarrrggghhhh……… iya benn…… ssshhhssssssss ngentotin memek tante….. memek tua tante yg keriputann….!!! Sssshssssss….. aaaaahhhhhhh ngetotin tante pake kontol muda kamu yg gedeeeee!!! Aaaaaaahhhhhhhh”

Tante s udah mulai keliatan tanda2 mau nyampe lagi kalo udha ngomong nya binal n nga di pikir2 lagi, langsung aja gua genjot speed tinggi……. Ceplak ceplok ceplak ceplok suara kontol gua nge hantem memek tante s yang udah basah banget sampe bulu jembut gua basah total…….. speed ya gua naekin lagi soalnya gua udah mulai ngerasa mau nyampe juga……. Di kamar skrg cuma suaranya tante teriak2 ke enakan, gua tampar2 pantat tante yg bulet n suara kontol gua keluar masuk memek basah…… “AAAAAGGGHHHHH BEENNNNNNN CEPLAK CEPLOK CEPLAK CEPLOK…. MMMMMMMMMMMMM AAAAWWWWWW PLOKKK……. BBBEEEENNN…… *tante noleh ke samping pala nya dongak ke atas sambil gigit bibir* TANTEEEEE……… AAAHHHHHHH TANTE MAU NYAMPE LAGIIII…….. AAAAAHHHHHH BENNNNYYYYYYY TERUSSSS………”


Ngeliat pemandangan yang luar biasa, tante s noleh ke samping dengan muka nya skrg super sensual, kulit badan nya yg mulus…….. punggung nya melengkung…… tangan nya remes2 toket sendiri……. Mata terpenjam bibir di gigit sambil mendesah saat terbuka. Gua sendiri juga udah mau sampe n mulai nge genjot memek tante s sedalem2, sekeras2 n sekenceng2 nya……… “TANTE SAMPE BEEEEEENNNNN…….. AAAAAARRRRGGHHHHHHHH GILLLAAAA……… TANTE NYAMPEEEEE….. OOOOOHHHHHHHHH……… SSSSSHHHSSSSS…….. MMMMPPPPFFTTTTT…… AAAAHHHHHHHHHHH” “iya tanteeeeee Tony juga udahhhh mau sampe”

Genjotan terus2an gua dorong tuh kontol ke memek tante s sedalem2 nya yang udah basah……. Nga peduli tante udah nyampe soalnya gua juga tinggal dikit lagi…….. “AAAAHHHHH TANTE……. Tony UDAH MAU SAMPE TANTE…..” “AAAHHHHHHHH BEEEENNNNNNNN…….. GILLLAAAAA…… ADUH TANTE MAU NYAMPE LAGI BEEENNNN……. AAAAAHHHHHH SSSHSSSS….. MMMMPPFFFTTTTTT BUSYETTTTTT BEEENNN……… TANTE NYAMPEEEEE LAGIIIIIII……!!!!!”

Akhirnya gua nyampe barengan tante kali ini “AAARRRGHHHHHHH Tony SAMPE TANTEEEEEEEEEE” “AAARRRRRGHHHHHHHH IYA BEEENNNNN……. OOOHHHHHH SSSHSSSSSSSSSSSS” sperma gua nyembur keluar ke dalem memek tante s pas gua dorong sampe mentok…….. posisi dari doggy skrg tante udah nga kuat kaki nya n ambruk di posisi tengkurep, kontol gua masuk di dalem memek dia, sambil gua ciumin leher dia “aaaaaaahhhhhhhh bennnnnnn enak nyaaaaaaaa……. Mmmmmmppppffffffff……. Sssshhhhhsssssss……… gila deh kamu……. Tante barusan nyampe 2 kali sekaligus lohhhhhhh…… ssshsssssssss…….. enaknyaaaa…….”

Gua cabut kontol dr memek tante s n kita baringan samping2an sambil cium2an “bennn kamu hebat deh….. tante jadi ketagihan nih…… tante boleh minta jatah lagi kan yah??”

Gua cium bibir tante dalem2 “boleh donk……. Kalo saya lagi kepengen, boleh minta tante juga nga? Tante cakep banget, memek tante enak banget sih…… anget….. masih ketat juga yah” tante cuma kesipu2 aja sambil manja2an n ngejawab “boleh donk bennn kapan pun kalo kamu mau tante bersedia……. Pokoknya tubuh tante ini milik kamu….. mau kamu apain kapan pun juga boleh…… tante yg seneng kamu mau ngewein calon mertua kamu yang udah tua dan keriputan ini”


Sambil gua lihat muka tante s yg cantik ini, toket nya gede n bodi nya yang mulus n ranum itu gua cuma ciumin bibir dia dengan hangat sambil bersorak2 dalam hati. Setengah jam kami bermesra2an sambil bugil di tempat tidur dan gua udah harus balik takut dika lebih duluan pulang……..
Setelah kejadian itu gua dan tante S terus mengulangi perselingkuhan kami walaupun jatah tante S setelah gua memuaskan inge tapi dia tetep selalu gua buat terkapar bagaikan tak meiliki sumsum tulang.

Si Tante Noni - Namaku Dede, umurku waktu itu sekitar 19 tahun, aku kini kuliah di OSU, Amerika. Kebetulan aku kost di salah satu kenalan Oom aku di sana yang bernama Tante Noni. Wuih, dia itu orangnya baik benar kepadaku. Kebetulan dia seorang istri simpanan bule yang kaya raya tapi sudah tua.

Jadilah aku kost di rumahnya yang memang agak sepi, maklumlah di sana jarang memakai pembantu sih. Tante Noni ini orangnya menurutku sih seksi sekali. Buah dadanya besar bulat seperti semangka dengan ukuran 36C. Sedangkan tingginya sekitar 175 cm dengan kaki langsing seperti peragawati. Sedangkan perutnya rata soalnya dia belum punya anak, yah maklumlah suaminya sudah tua, jadi mungkin sudah loyo. Umurnya sekitar 33 tahun tapi kulitnya masih mulus dan putih bersih. Hal ini yang membuatku betah berlama-lama di rumah kalau lagi nggak ada urusan penting, aku malas keluar rumah. Lagian aku juga bingung mau keluar rumah tapi nggak tahu jalan.

Dan sehari -harinya aku cuma mengobrol dengan Tante Noni yang seksi ini. Ternyata dia itu orangnnya supel benar nggak canggung cerita-cerita denganku yang jauh lebih muda. Dari cerita Tante Noni bisa aku tebak dia itu orangnya kesepian banget soalnya suaminya jarang pulang, maklum orang sibuk. Makanya aku berupaya menjadi teman dekatnya untuk sementara suaminya lagi pergi. hari demi Hari keinginanku untuk bisa mendapatkan Tante Noni semakin kuat saja, lagi pula si Tante juga memberi lampu hijau kepadaku. Terbukti dia sering memancingmancing gairahku dengan tubuhnya yang seksi itu. Kadang-kadang kupergok Tante Noni lagi pas sudah mandi, dia hanya memakai lilitan handuk saja, wah melihat yang begitu jantungku deg – degan rasanya, kepingin segera membuka handuknya dan melahap habis tubuh seksinya itu. Kadang- kadang juga dia sering memanggilku ke kamarnya untuk mengancingkan bajunya dari belakang. Malah waktu itu aku sempat mengintip dia lagi mandi sambil masturbasi. Wah pokoknya dia tahu benar cara mancing gairahku.

Sampai pada hari itu tepatnya hari Jumat malam, waktu itu turun hujan gerimis, jadi aku malas keluar rumah, aku di kamar lagi main internet, melihat gambar-gambar porno dari situs internet, terus tanpa sadar kukeluarkan kemaluanku yang sudah tegang sambil melihat gambar perempuan bugil. Kemudian kuelus-elus batang kemaluanku sampai tegang sekali sekitar 15 cm, habis aku sudah terangsang banget sih. Tanpa kusadari tahu-tahu Tante Noni masuk menyelonong saja tanpa mengetuk pintu, saking kagetnya aku nggak sempat menutup batang kemaluanku yang sedang tegang itu. Tante Noni sempat terbelalak melihat batang kemaluanku yang sedang tegang, langsung saja dia bertanya sambil tersenyum manis.

“Hayyoo lagi ngapain kamu De?”
“Aah, nggak Tante lagi main komputer”, jawabku sekenanya.
Tapi Tante Noni sepertinya sadar kalau aku saat itu sedang mengelus-elus batang kemaluanku.
“Ada apa sih Tante?” tanyaku.
“Aah nggak, Tante cuma pengen ajak kamu temenin Tante nonton di ruang depan.”
“Ohh ya sudah, nanti saya nyusul yah Tan”, jawabku.
“Tapi jangan lama-lama yah”, kata Tante Noni lagi.
Setelah itu aku berupaya meredam ketegangan batang kemaluanku, lalu aku beranjak keluar kamar tidur dan menemani Tante Noni nonton film semi porno yang banyak mengumbar adegan-adegan syuuurr.

Melihat film itu langsung saja aku jadi salah tingkah, soalnya batang kemaluanku langsung saja bangkit lagi nggak karuan. Malah malam itu Tante Noni memakai baju yang seksi sekali, dia memakai baju yang ketat dan gilanya dia nggak pakai bra, soalnya aku bisa lihat puting susunya yang agak muncung ke depan. Karuan saja, gairahku memuncak melihat pemandangan seperti itu, tapi yah apa boleh buat aku nggak bisa apa-apa. Sedangkan batang kemaluanku semakin tegang saja sehingga aku mencoba bergerak-gerak sedikit guna membetulkan letaknya yang miring. Melihat gerakan-gerakan itu Tante Noni langsung menyadari sambil tersenyum ke arahku.

“Lagi ngapain sih kamu De?”
“Ah nggak Tante..”
Sementara itu Tante Noni mendekatiku sehingga jarak kami semakin dekat dalam sofa panjang itu.
“Kamu terangsang yah De, lihat film ini?”
“Ah nggak Tante biasa aja”, jawabku mencoba mengendalikan diri. Bisa kulihat payudaranya yang besar menantang di sisiku, ingin rasanya kuhisap -hisap sambil kugigit putingnya yang keras. Tapi rupanya hal ini tidak dirasakan olehku saja, Tante Noni pun rupanya juga sudah agak terangsang sehingga dia mencoba mengambil serangan terlebih dahulu.

“Menurut kamu Tante seksi nggak De?” tanyanya.
“Wah seksi sekali Tante”, kataku.
“Seksi mana sama yang di film itu?” tanyanya lagi sambil membusungkan buah dadanya sehingga terlihat semakin membesar.
“Wah seksi Tante dong, abis Tante bodynya bagus sih.” kataku.
“Ah masa sih?” tanyanya.
“Iya bener Tante, sumpah…” kataku.

Jarak duduk kita semakin rapat karena Tante Noni terus mendekatkan dirinya padaku, lalu dia bertanya lagi kepadaku,
“Kamu mau nggak kalo diajak begituan sama Tante?”
“Mmaaauu Tante…” Ah seperti dapat durian runtuh kesempatan ini tidak aku sia-siakan, langsung saja aku memberanikan diri untuk mencoba mendekatkan diri pada Tante Noni.
“Wahhhh barang kamu gede juga ya De…” katanya.
“Ah Tante bisa aja deh… Tante kok kelihatannya makin lama makin seksi aja sih.. sampe saya gemes deh ngeliatnya…” kataku.
“Ah nakal kamu yah De”, jawab Tante Noni sambil meletakkan tangannya di atas kemaluanku, lalu aku mencoba untuk tenang sambil memegang tangannya.
“Waah jangan dipegangin terus Tante, nanti bisa tambah gede loh”, kataku.
“Ah yang bener nih?” tanyanya.
“Iya Tante.. ehhh, eehhh saya boleh pegang itu Tante nggak?” kataku.
“Pegang apa?” tanyanya.
“Pegang itu tuh..” kataku sambil menunujukkan ke arah buah dada Tante yang besar itu.
“Ah boleh aja kalo kamu mau.”


Wah kesempatan besar nih, tapi aku agak sedikit takut pegang buah dadanya, takut dia marah tapi tangan si Tante sekarang malah sudah mengelus-elus kemaluanku sehingga aku memberanikan diri untuk mengelus buah dadanya.
“Ahhh.. arghhh enak De.. kamu nakal yah”, kata Tante sembari tersenyum manis ke arahku, spontan saja kulepas tanganku.
“Loh kok dilepas sih De?”
“Ah, takut Tante marah”, kataku.
“Ooohh nggak sayang… kemari deh.”

Tanganku digenggam Tante Noni, kemudian diletakkan kembali di buah dadanya sehingga aku pun semakin berani meremas -remas buah dadanya. “Aaarrhh… sshh”, rintihan Tante semakin membuatku penasaran, lalu aku pun mencoba mencium Tante Noni, sungguh diluar dugaanku, Tante Noni menyambut ciumanku dengan beringas, kami pun lalu berciuman dengan mesra sekali sambil tanganku bergerilya di buah dadanya yang sekal sekali itu. “Ahhh kamu memang hebat De.. terusin sayang.. malam ini kamu mesti memberikan kepuasan sama Tante yah.. ahhh.. arhhh.”
“Tante, saya boleh buka baju Tante nggak?” tanyaku.
“Oohhhh silakan sayang”, lalu dengan cepat kubuka bajunya sehingga buah dadanya yang besar dengan puting yang kecoklatan sudah berada di depan mataku, langsung saja aku menjilat-jilat buah dadanya yang memang aku kagumi itu. “Aahhh… arghhh…” lagi-lagi Tante mengerangerang keenakan. “Teruss.. terusss sayang… ahhh enak sekali…” lama aku menjilati buah dada Tante Noni, hal ini berlangsung sekitar 10 menitan sehingga tanpa kusadari batang kemaluanku juga sudah mulai mengeluarkan cairan bening pelumas di atas kepalanya.

Lalu sekilas kulihat tangan Tante Noni sedang mengelus-elus bagian klitorisnya sehingga tanganku pun kuarahkan ke arah bagian celananya untuk kupelororti. “Aahhh buka saja sayang… jangan malu-malu… ahhhh…” nafas Tante Noni terengah -engah menahan nafsu, seperti kesetanan aku langsung membuka celananya dan kuciumi CD-nya. Waah, dia lagsung saja menggelinjang keenakan, lalu kupelorotkan celana dalamnya sehingga sekarang Tante Noni sudah bugil total. Kulihat liang kemaluannya yang penuh dengan bulu yang ditata rapi sehingga kelihatan seperti lembah yang penuh dengan rambut. Lalu dengan pelan -pelan kumasukan jari tengahku untuk menerobos lubang kemaluannya yang sudah basah itu. “Aahrrrh… sshh… enak De.. enak sekali”, jeritnya. Lalu kudekatkan mukaku ke liang kemaluannya untuk menjilati bibir kemaluannya yang licin mengkilap itu, lalu dengan nafsu kujilati liang kemaluan Tante dengan lidahku turun naik sepeti mengecat saja. Tante Noni semakin kelabakan, dia menggoyangkan kepalanya ke kanan dan ke kiri sambil memeras buah dadanya sendiri. “Aahhh… sshhh come on baby.. give me more, give me more… ohhhh”, dengan semakin cepat kujilati klitorisnya dan dengan jari tanganku kucoblos lubang kemaluannya yang semakin lama semakin basah.

Beberapa saat kemudian tubuhnya bergerak dengan liar sepertinya dia mau orgasme. Lalu kupercepat tusukan-tusukan jariku sehingga dia merasa keenakan sekali lalu seketika dia menjerit, “Oohh aaahh… Tante sudah keluar sayang… ahhh”, sambil menjerit kecil pantatnya digoyang-goyangkan untuk mencari lidahku yang masih terus menjilati bagian bibir kemaluannya sehingga cairan orgasmenya kujilati sampai habis. Kemudian tubuhnya tenang seperti lemas sekali, lalu dia menarik tubuhku ke atas sofa. “Wah ternyata kamu memang hebat sekali, Tante sudah lama tidak sepuas ini loh…” sambil mencium bibirku sehingga cairan liang kemaluannya berlepotan ke bibir Tante Noni. Sementara itu batang kemaluanku yang masih tegang di eluselus oleh Tante Noni dan aku pun masih memilin-milin puting Tante yang sudah semakin keras itu. “Aahh..” desahnya sambil terus mencumbu bibirku. “Sekarang giliran Tante sayang… Tante akan buat kamu merasakan nikmatnya tubuh Tante ini.

Tangan Tante Noni segera menggerayangi batang kemaluanku lalu digenggamnya batang kemaluanku dengan erat sehingga agak terasa sakit, tapi kudiamkan saja habis enak juga diremas-remas oleh tangan Tante Noni. Lalu aku juga nggak mau kalah, tanganku juga terus meremas-remas payudaranya yang indah itu. Terus terang aku paling suka dengan buah dada Tante Noni karena bentuknya yang indah sekali, juga besar berisi alias montok. “Aahhh… shhh,”, rupanya Tante Noni mulai terangsang kembali ketika tanganku mulai meremas-remas buah dadanya dengan sesekali kujilati dengan lidah pentilnya yang sudah tegang itu, seakanakan seperti orang kelaparan kuemut-emut terus puting susunya sehingga Tante Noni menjadi semakin blingsatan.
“Ahh kamu suka sekali sama dada Tante yah De?”
“Iya Tante, abis tetek Tante bentuknya sangat merangsang sih, terus besar tapi masih tetep kencang…”
“Aahhh kamu emang pandai muji orang De..”

Sementara itu tangannya masih terus membelai batang kemaluanku yang kepalanya sudah berwarna kemerahan tetapi tidak dikocok hanya dielus-elus. Lalu Tante Noni mulai menciumi dadaku terus turun ke arah selangkanganku sehingga aku pun mulai merasakan kenikmatan yang luar biasa sampai pada akhirnya Tante Noni jongkok di bawah sofa dengan kepala mendekati batang kemaluanku. “Wahh batang kemaluanmu besar sekali De… nggak disangka kamu nggak kalah besarnya sama punya orang bule”, Tante Noni memuji-muji batang kemaluanku.

Sedetik kemudian dia mulai mengecup kepala batang kemaluanku yang mengeluarkan cairan bening pelumas dan merata tersebut ke seluruh kepala batang kemaluanku dengan lidahnya. Uaah, tak kuasa aku menahan erangan merasakan nikmatnya service yang diberikan Tante Noni malam itu. Lalu dia mulai membuka mulutnya lalu memasukkan batang kemaluanku ke dalam mulutnya sambil menghisap-hisap dan menjilati seluruh bagian batang kemaluanku sehingga basah oleh ludahnya. Aku pun nggak mau kalah, sambil mengelus-elus rambutnya sesekali kuremas dengan kencang buah dadanya yang montok sehingga Tante Noni bergelinjang menahan kenikmatan. Selang beberapa menit setelah Tante melakukan hisapannya, aku mulai merasakan desiran -desiran kenikmatan menjalar di seluruh batang kemaluanku lalu kuangkat Tante Noni kemudian kudorong perlahan sehingga dia telentang di atas karpet. Dengan penuh nafsu kuangkat kakinya sehingga dia mengangkang tepat di depanku.
“Ahh De ayolah masukin batang kemaluan kamu ke Tante yah.. Tante udah nggak sabar mau ngerasain tempe Tante disodok-sodok sama batangan kamu yang besar itu.”
“Iiiya Tante”, kataku.

Lalu aku mulai membimbing batang kemaluanku ke arah lubang kemaluan Tante Noni tapi aku nggak langsung memasukkannya tapi aku gesek-gesekan ke bibir kemaluan Tante Noni sehingga Tante Noni lagi-lagi menjerit keenakan, “Aahhh.. yes.. yes.. oh good.. ayolah sayang jangan tanggung-tanggung masukinnya…” lalu aku mendorong masuk batang kemaluanku. Uh, agak sempit rupanya lubang kemaluan Tante Noni ini sehingga agak susah memasukkan batang kemaluanku yang sudah besar sekali itu. “Aahh.. shhh.. aoh.. oohhh pelan-pelan sayang.. terusterus… ahhh”, aku mulai mendorong kepala batang kemaluanku ke dalam lubang kemaluan Tante Noni sehingga Tante Noni merasakan kenikmatan yang luar biasa ketika batang kemaluanku sudah masuk semuanya.

Kemudian batang kemaluanku mulai kupompakan dengan perlahan tapi dengan gerakan memutar sehingga pantat Tante Noni juga ikut-ikutan bergoyang-goyang. “Aahhh argghhh.. rasanya nikmat sekali karena goyangan pantat Tante Noni menjadikan batang kemaluanku seperti dipilin-pilin oleh dinding liang kemaluannya yang seret itu dan rasanya seperti empotan ayam. “Uuaahhh..” sementara itu aku terus menjilati puting susu Tante Noni dan menjilati lehernya yang dibasahi keringatnya. Sementara itu tangan Tante Noni mendekap pantatku keras-keras sehingga kocokan yang kuberikan semakin cepat lagi. “Ooohh shhh sayang… enak sekali ooohhh yess… ooohh good… ooh yes…” mendenganr rintihannya aku semakin bernafsu untuk segera menyelesaikan permainan ini, “Aahh… cepat sayang Tante mau keluar ahh”, tubuh Tante Noni kembali bergerak liar sehingga pantatnya ikut-ikutan naik rupayanya dia kembali orgasme, bisa kurasakan cairan hangat menyiram kepala batang kemaluanku yang lagi merojokrojok lubang kemaluan Tante Noni. “Aahh… shhsss.. yess”, lalu tubuhnya kembali agak tenang menikmati sisa-sisa orgasmenya.


“Wahh kamu memang bener-bener hebat De… Tante sampe keok dua kali sedangkan kamu masih tegar.”
“Iiya Tante… bentar lagi juga Dede keluar nih…” sambil terus aku menyodok-sodok lubang kemaluan Tante Noni yang sempit dan berdenyut-denyut itu.
“Ahh enak sekali Tante.. ahhh…”
“Terusin sayang.. terus… ahhh.. shhh”, erangan Tante Noni membuatku semakin kuat merojok – rojok batang kemaluanku ke dalam liang kenikmatannya.
“Aauwh pelan-pelan sayang ahhh.. yes.. ahh good.”
“Aduh Tante, bentar lagi keluar nih…” kataku.
“Aahh Dede sayang… keluarin di dalam aja yah sayang.. ahhh.. Tante mau ngerasin.. ahhh… shhh mau rasain siraman hangat peju kamu sayang…”
“Iiiyyaa… Tante..” lalu aku mengangkat kaki kanan Tante sehingga posisi liang kemaluannya
lebih menjepit batang kemaluanku yang sedang keluar masuk lobang kemaluannya.
“Aahhh… ohhh ahhh.. ssshhh.. Tante Dede mau keluar nih.. ahhh”, lalu aku memeluk Tante Noni sambil meremas-meremas buah dadanya. Sementara itu, Tante Noni memelukku kuat-kuat sambil mengoyang-goyangkan pantatnya. “Ah Tante juga mau keluar lagi ahhh… shhh…” lalu dengan sekuat tenaga kurojok liang kemaluannya sehingga kumpulan air maniku yang sudah tertahan menyembur dengan dahsyat. “Seeerr.. serr… crot.. crot…” “Aahhh enak sekali Tante… ahhh harder.. harder… ahhh Tante…” Selama dua menitan aku masih menggumuli tubuh Tante Noni untuk menuntaskan semprotan maniku itu. Lalu Tante Noni membelai-belai rambutku. “Ah kamu ternyata seorang jagoan De…” Setelah itu ia mencabut batang kemaluanku yang masih agak tegang dari lubang kemaluannya kemudian dimasukkan ke dalam mulutnya untuk dijilati oleh lidahnya. Ah, ngilu rasanya batang kemaluanku dihisap Tante Noni.

Setelah kejadian ini kami sering melakukan hubungan seks yang kadang-kadang meniru gaya-gaya dari film porno yang banyak beredar di sana. Sekian, semoga ceritaku ini bisa jadi bahan bagi anda yang suka bersenggama dengan tante-tante.
Ibu Mertua Lebih Menggoda

Ibu Mertua Lebih Menggoda - Aku punya mertua yang baik, perhatian, dan sayang terhadap menantunya. Mertuaku yang perempuan berumur 41 tahun. Tapi yang aku kagumi dari dia adalah tubuhnya masih singset, langsing, ramping, seksi, dan payudaranya yang lumayan montok, kulitnya pun masih mulus dan putih bersih, maklum dia indo perancis. Sedangkan mertuaku yang laki laki berumur 54 tahun, dia jarang dirumah karena dia adalah seorang konsultan dan sekarang dia sedang bertugas di Inggris. Pulangnya pun 1 minggu 1 kali. Kadang juga tidak pulang selama satu bulan. Isteriku adalah anak tunggal.
Kejadian ini berawal saat aku sedang bercumbu dengan isteriku dikamar, waktu itu aku lupa mengunci pintunya. Tak sengaja ibu mertua ku lewat didepan kamar temapt aku bercumbu dengan isteriku. Dia langsung terpaku melihatku yang sedang asyik mencumbu isteriku. Langsung aku menghentikan cumbuanku dan berhenti, “oh.. mama… ehmm..ehh….ada apa…..ma??? “ sapaku sambil berjalan menuju pintu. “maaf mama gak tahu kalau kalian lagi itu……habis pintunya tadi gak dikunci sih….!!! “ sahut ibu mertuaku.

Sejak ibu mertuaku melihat kejadian itu, cara memandang dia ke arahku agak berbeda. Bahkan sikapnya pun agak berubah terhadapku. Aku tidak tahu apa yang menimpa ibu mertuaku sehingga menjadi seperti itu. Suatu hari aku di minta ibu mertuaku mengantarkanya ke Bali, karena dia ingin melayat saudaranya yang meninggal. Aku pun berangkat sabtu pagi kebetulan sabtu itu aku libur kerja. Hari itu aku naik pesawat tiba di bandara pukul 9 pagi. Langsung aku dan ibu mertuaku menuju tempat kediaman saudaranya. Waktu terus berlalu, malampun tiba. Akhirnya malam itu aku menginap diHotel yang bisa dibilang hotel berbintang di Bali. Pukul 11 malam aku terbangun oleh dering telepon diHP ku. Aku melihat nomor dirahasiakan. Aku segera menjawab dering telepon itu. “halo ini siapa yah…malam malam begini kok nelpon” tanyaku sambil membuka kedua mataku yang masih mengantuk. “dik…ini mama…kamu uda tidur yah?? Bissa tolongin mama gak???

Koper mama yang berisi pakaian tidak bissa dibuka…. Kamu cepetan kesini yah….kekamar mama…” sahut ibu mertuaku ditelepon. “oh…mama… iya ma… aku segera kesana” aku segera bergegas menuju kamar ibu mertuaku yang berdampingan dengan kamarku. aku mengetuk pintu kamar ibu mertuaku. “iya dik… bentar” tak lama kemudian ibu mertuaku membukakan pintu. Dia mengenakan kaos berwarna putih dan rok berwarna hitam. “ma… mana tas koper nya katanya gak bissa dibuka” sapaku sambil masuk kekamar ibu mertuaku. “itu loh kopernya….dik didepan ranjang itu loh…. Dari tadi mama coba buka tapi tidak bissa.” Jawab ibu mertuaku sambil menutup pintu kamar. Setelah beberapa menit aku akhirnya aku berhasil membuka kopernya secara paksa. Ternyata isi koper itu adalah BH dan CD G-string nya ibu mertuaku.

 Saat melihat hal itu aku mulai ngeres pikiranku. “terima kasih yah..dik…kamu uda nolongin mama…” “ah iya ma gak papa kok” Aku sejenak duduk disofa kamar itu. “kenapa dik….kamu capek….” Tanya ibu mertuaku sambil mendekati aku yang duduk disofa. Sejenak aku memandang wajah ibu mertuaku yang begitu cantik. Kemudian dia juga memandangku. Kami berpandang pandangan sampai aku mencoba mengecup bibirnya yang merah. Saat aku mengecup bibirnya, dia membalas kecupan bibirku, lidahku dan lidahnya saling bertabrakan. Saat kedua tangan ibu mertuaku mulai meraih punggungku dan mulai memeluk tubuhku. Aku melepaskan cumbuanku. “kenapa……sayang…. Kenapa tidak kamu teruskan… ????” kata ibu mertuaku sambil memegangi wajahku. “maaf….maaf….atas kelancangan saya….sekali lagi maaf…..” “kamu takut sama isteri kamu….??? “ Tanya mamaku sambil mendekati tubuhku. “mama… maafin saya ma….itu dosa ma….. lagian aku gak sama…hhffzz” jari telunjuk ibu mertuaku menghentikan ucapanku itu. “ssssstttt…. Uda kamu gak usah takut sama papa… ingat dik…disini kita Cuma berdua… berdua…. Isteri kamu dan suami mama tak kan pernah tahu kejadian ini…..” sahut ibu mertuaku sambil mencoba mencium pipiku. “ma… maafin aku ma… saya ma…. Aku sebenernya juga sudah tidak tahan melihat mama…. Malam ini” langsung ciuman bibir ibu mertuaku yang mendarat dipipi ku lanjutkan dengan bibirku” kucumbu ibu mertuaku diatas sofa itu. Setelah beberapa menit ibu mertuaku minta berhenti. “ada apa ma..??? “ tanyaku dengan serius “jangan disini diranjang aja yah…. Mama gak nyaman kalo diatas sofa… kunci dulu pintunya dik” sahut ibu mertuaku. “langsung dengan segera aku bangun dari sofa dan berjalan menuju pintu untuk menguncinya

“sayaaaang.. sini dong mama uda tidak sabar…” panggilan ibu mertuaku manja. kulihat ibu mertuaku duduk diatas ranjang. Langsung aku mencopot seluruh bajuku dan kuhanya mengenakan CD. Langsung aku naik keatas ranjang besar dan empuk itu. Segera kujamah tubuh ibu mertuaku dengan sentuhan lembut dipahanya. “aaaahhhhh…..” desah ibu mertuaku sambil memejamkan mata. Langsung aku mencumbu bibirnya yang merah dengan lahap. Spontan langsung ibu mertuaku membalasnya dengan liar, bahkan lebih liar dari yang aku kira. Setelah beberapa menit aku beralih ke lehernya yang putih dan mulus. “aaaaahhhhh…..sudah lama mama pengen merasakan ini…..akhirnya tanpa diminta kamu mengerti apa beban bathin mama selama ini….aaaaahhhhh…..aaaaaahhhhhh” desahan ibu mertuaku semakin menjadi jadi seperti desahan di film film bokep. Setelah satu menit lebih aku menciumi lehernnya aku beralih ke dadanya aroma wangi ditubuhnya membuatku semakin menjadi jadi. Kuciumi dengan lahap dan bringas dadanya sambil memeluk erat tubuhnya. Penisku semakin keras dan amat keras seakan akan CD ku tak kuat menahan penisku yang tegak berdiri. 

Sambil menciumi dadanya aku mencoba melepas kaos yang dia pakai. Akhirnya beberapa menit kemudian kaosnya terlepas. Terpampang didepanku dua buah payudara montok dan mulus yang masih terbungkus oleh BH G-string hitam. Langsung aku menyosor payudaranya yang masih terbungkus BH G-String hitam itu. “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……buka aja….buka BH nya sayang …… “ sambil terus menciumi kedua payudaranya yang montok. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah. Kemudian aku mencoba meraih kancing BH nya yang berada dipunggungnya. Tak lama kemudian aku berhasil meraih kancing BH nya yang berada dipunggungnya, dan aku menjatuhkan BH nya ke lantai. Kulihat putting payudaranya yang coklat terlihat sangat kontras. Langsung ku lahap putting payudaranya yang kiri dengan mulutku. “aaaaaahhhhhh……. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… enak baget sayaaaaaaang…. Kamu benar..benar… aaaaahhh…..aaaahhhh….tahu… apa yang mama…. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… yang mama pengen” sambil mendesah dan memejamkan mata dia berusaha mengucapkan kata kata itu” kuciumi seluruh permukaan kedua payudaranya, kuhisap berulang kali, kuhisap dengan kuat sampai hisapan mulutku terdengar keras “ccpppceekkk” kulihat ibu mertuaku mengeluh keenakan. “ooohhh…oooohhhh…..aaaaahhhhh….enak…..sekali sayaaaaang !!!!” tak hanya itu aku menjilati seluruh permukaan kedua payudaranya dengan bringas sampai sampai seluruh kedua permukaan payudaranya basah karena air liurku. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah . Kemudian aku beralih ke perut dan pusarnya, kuciumi dengan penuh gairah sambil melepaskan rok hitam yang dia pakai. Tak lama kemudian rok hitam itu terlepas dari tubuhnya. Kulihat CD G-string yang berwarna hitam itu agak terlihat basah. 



Dengan posisi duduk ibu mertuaku melorotkan CD ku “buka aja…gak usah malu…sayaaaang..tuh kan udah bangun dari tadi” ibu mertuaku langsung mengelus elus penisku yang sudah tegak berdiri sambil mencoba mencium penisku. Dia mendorong tubuhku dan akhirnya aku terbaring diranjang empuk itu. Lamgsung dia menciumi pensiku dengan ganas dan bringas, liar sekali ibu mertuaku saat itu. Aku segera bangun dari ranjang kemudian aku mendorong tubuh ibu mertuaku dan akhirnya kepala ibu mertuaku beralas bantal yang empuk dan terbaring diatas ranjang. Langsung aku mencopot CD G-string yang dia pakai. Wow vaginanya masih terawatt dengan baik… merah merona dengan ditumbuhi bulu lebat. Kulihat vaginanya sudah basah, langsung aku menyosor selakanganya yang wangi dan menciumi seluruh permukaan vaginanya yang ternyata juga wangi. “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… terus… jangan berhenti… terus…. Mama pengen kamu terus ciumin punya mama…. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… mama mohon jangan berhenti” berkali kali cairan sperma keluar dari vagina ibu mertuaku. “setelah beberapa menit aku beralih menciumi leher, dada, dan kedua payudaranya yang montok sambil menindih tubuhnya. Penisku yang tegak berdiri menggesek gesek selakangannya.. “aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… kenapa ….. kenapa sayaaaang….. aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh…… kenapa gak kamu masukin…. Mama uda gak tahan… aaaaahhh…..aaaahhhh….aaaaahhhh……” “maaf ma… aku takut mama hamil….soalnya aku takut tidak bissa menahan air maniku nanti…..” sahutku menjawab. “oooooohhhh… aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… tidak sayyang tidak jangan buat mama tersiksa cepat masukin…. Mama gak peduli hamil apa tidak….” Langsung aku menancapkan penisku kevaginanya yang basah. “slep slep slep slep” penisku keluar masuk keluar masuk. Aku berulang kali menggenjot tubuhku. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “beberapa menit kemudian penisku bereaksi pinggul seperti bergetar hebat saat air maniku keluar deras menuju kedalam vaginanya ibu mertuaku. 

Beberapa menit kemudian kami berganti posisi yaitu ibu mertuaku duduk diatas pangkuanku sambil mengelus elus rambutku dan menggenjot genjot tubuhnya. Akupun menciumi leher, dada dan payudaranya dengan liar dan bringas. Ibu mertuaku mengeluh keenakan sambil memejamkan mata dan mendesah  “aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “ Tak lama kemudian kurasakan air maniku keluar bersamaan dengan air mani ibu mertuaku. “Kenapa gak dari dulu sih kamu melakukan ini pada mama aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “ sambil mendesah dan memejamkan mata dia bertanya kepadaku. “saya tidak tahu ma… kalau sebenernya mama pengen banget bercinta dengan saya….” Jawabku dengan nada lirih. Setelah beberapa menit kami berganti posisi lagi. Posisiku sekarang tubuhku berbaring diatas ranjang dan ibu mertuaku menindih tubuhku. Dia berkali kali menggenjot genjot tubunya sendiri sambil mendesah dan memejamkan mata “aaaaahhh….ooooohhhh……aaaahhhh….oooooohhhh …..aaaaahhhh…… “ waktu terus berlalu kami tertidur sampai pagi diranjang besar itu”
sinar matahari menyorot wajahku dari jendela. Kulihat ibu mertuaku sedang duduk tersenyum diatas ranjang sambil memandangku. “ayo bangun sayaaaang udah pagi nih” sapa ibu mertuaku sambil mengeringkan rambutnya yang basah
“mama…uda pagi yah…ma…. Ma saya pengen lagi nih.. langsung ku ciumi lehernya sambil memeluknya dari belakang. “eits… eits… jangan jangan jangan gak boleh gak boleh…. Kemarin aja jual mahal sama mama…. Sekarang kamu sendiri yang minta” sahut mamaku sambil ketawa kecil. “mending kamu mandi dulu sana gi…. Habis itu kita sarapan dulu baru deh kita lanjutin lagi ronde keduanya…. Gimana sayang tawaran mama? Mau gak? Kalo gak mau yah kamu gak boleh nyentuh mama lagi” tawar ibu mertuaku. “ya deh ya deh… aku mau” sahutku dengan ketawa.
Habis mandi dan sarapan pagi, siang sampai sore aku melakukannya lagi dikamar itu. Malamnya aku dan ibu mertuaku jalan jalan ke pantai Kuta. Setelah pulang dari pantai Kuta, malam hari kira kira pukul 12 malam aku melakukan ronde ke 3 dengan ibu mertuaku. Waktu terus berlalu. Sepulang dari Bali secara diam diam kami juga sering melakukan hubungan sex diHotel tanpa sepengetahuan istriku dan papa mertuaku.